Saturday, February 9, 2013

KKN tinggal 1 minggu

tak terasa KKN 2013 di desa wadang kecamatan ngasem kabupaten bojonegoro tinggal satu minggu lagi, banyak program yang sudah dipersiapkan. untuk mensukseskan tinggal proses sosialisasi kepada masyarakat. setelah dua minggu melakukan penelitian ternyata ada dua masalah besar yang menjadi masalah desa,, yakni permasalahan DBD yang sifatnya tahunan dan dinas kesehatan sudah menyebutkan sebagai wabah, kemudian permasalah ke-dua meliputi pencemaran lingkungan yang akhrinya menyebabkan penyakit, yakni tempat pembuangan Urine (kotoran manusia) dimana di desa ini masih bayak yang belum, tidak bisa membangun kakus dengan layak, sebut saja di dusun mundu RT 34 yang mempunyai 77 KK di sana hanya terdapat sekitar 13 KK yang memilliki kakus yang layak pakai dan sehat selebihnya hanya menumpang dan lahan terbuka untuk membuang urine. di RT ini keadaanya lebih layak karena ketua RT-selalu memberikan himbaun agar tidak membuat kakus di depan rumah atau mambuang urine secara sembarangan, solusinya beliau  membuat kakus yang sifatnya sentral dengan kata lain kakus tersebut menjadi rujukan untuk membuat urine. program kakus ini kemudian di rencanakan oleh teman-teman KKN untuk di pusatkan di dusun Mundu karena masih banyak yang belum sadar akan pentingnya hidup sehat dengan membangun kakus (MCK) sehat. 

 

Thursday, January 17, 2013

Tanda Negara Menuju Kebangkrutan

hari ini saya ada suatu pembelajaran yang sangat bagus untuk disampaikan saya kira. ya....... dalam pembekalan KKN hari yang menjemukan dan terkesan menggurui ternyata ada materi yang bagus yaitu materi tentang teknologi tepat guna. pada awalnya saya berfikir ini adalah salah satu materi pembuatan film dokumenter, karena sebelum materi dimulai, tepatnya kemarin waktu penginformasian diinteruksikan untuk membawa kamera dan laptop, namun ternyata lebih dari itu, labih dari materi yang diberikan oleh beliau.
oh ya adapun pematerinya adalah H. supriyanto (kalau gak salah dengar), beliau mengaku tidak memiliki status pekerjaan, katanya. beliau banyak memberikan banyak hal salah satunya, namun bisa di golongkan kepada prolog yang mempunyai nilai nasihat, kemudian materi-materi bagaimana cara agar masyarakat bisa berdaya dan tidak diberdaya melalui media pertanian dan peternakan.

mungkin karena waktunya hanya beberajam beliau hanya memberikan materi-materi dasar tentang bagaimana cara mengebangbiakan itik dengan cara campurtangan manusia, cara pembutan pupuk, cara pembutan pangan hewan dari jerami, cara membudidaya jamur, cara membudidayakana pohon pisang. karena mungkin saking banyaknya materi dan tidak terfokus maka materipun bulum ada yang tuntas secara proposional, namun beliau memberikan kesanggupan bahwa beliau sanggung membantu jika ada yang menindak lanjuti materi yang sudah disampaikan.
namun dari sekian materi hanya dalam penyampain prolog lah yang memberikan banyak pelajaran. dalam prolog tersebut ada kata beliau yang saya ingat bahwa "hal itu pada tahun 2025 akan dimungkinkan benar-benar terjadi" ini yang menjadi tanda tanya dan ingin saya cari tahu nantinya kalau ada kesempatan. hanya slide pertama yang saya ambil karena selebihnya hanya berupa syair-syair yang menyitir nasihat imam ghazali, adapun slide itu berisi:


1

  1.  tanda negara menuju kebangkrutan

  •   Kurangnya jiwa pemimpin pada pemuda 
  •   Keadaan masyarakat gaduh
  •   Dimana-mana ada kekerasan
  •   Hukum bak sarang laba-laba
  •   Partisipasi  masyarakat terhadap negara rendah
  •  Butuh makan tak mau menanam
nah dari sinilah seharusnya kita bisa mencoba mengevaluasi secara general dan secara personal. general di maksudkan untuk dapat mencapai kesadaran nasional dan yang terpenting ada kesadaran personal karena setelah mecermati lebih dalam pada semua item diatas bahwa masalah awal adalah terjadi pada kesadaran personal. 
coba kita lihat kata "Kurangnya jiwa pemimpin pada pemuda" jadi kita lihat contoh kecil dan mudah, ada suatu pemilihan ketua kelas dalam suatu kelas, nah apa yang terjadi.........biasanya mereka hanya bisa saling menunjuk dan cenderung menunjuk dari pada diam. kemudian perlu dipahami bahwa pemimpin bukanlah mereka yang ditataran pemerintah atau yang sejenisnya. mereka hanya pejabat!!!! karena pemimpin adalah orang yang mampu mengayomi dan tidak terbersit sedikitpun ada $$$ atau Rp untuk setiap langkahnya. nah disini kita temukan masalahnya juga ada pada personal yang masih belum mempunyai jiwa kepermimpinan.
kemudian "hukum bak sarang laba-laba" maksud beliau hukum hanya memihak pada mereka yang diatas. jadi mereka bisa mempermainkan hukum, banyak yang beliau kasih contoh seperti gayus, malah beliau memberikan contoh saudaranya yang diajak pergi haji namun menolak karena saudaranya adalah salah satu pegawai pajak yang menurut beliau masih ada xxxnya. jadi disana(perpajakan) bahwa korupsi atau xxx itu sudah menjadi sistem. 
 
 
 

 

Wednesday, January 16, 2013

Belajar menulis

hari ini tanggal 16 bulan pertama tahun ke 2013 aku memulai dan mencoba meluangkan waktu untuk menumpahkan isi semua pengalaman yang terjadi, baik yang sudah aku pada masa lalu maupun yang bulan, minggu dan hari yang telah aku lalui. karena ketika melihat bahwa banyak pristiwa yang hanya menjadi memori selintas menjadi sayang untuk dilewatkan.
kemudian melihat bahwa menulis mungkin menjadi salah satu media yang sangat ampuh untuk memanggil ingatan-ingatan yang sudah lalu dan menjadi salah satu alternatif bercurhat-curhat ria maka memang sangat sayang sekali untuk dilewatkan.hehehehe
alasan lain aku memulai dan membuat blog ini adalah, karena yang sebentar lagi pada tanggal 22 bulan januari akan aku akan melaksanakan kegiatan KKN dan lagi-lagi sangat sayang untuk tidak mengabadikannya secara tertulis dengan metode curhatisme dan didukung media galuistik.hahahaha
sebenarnya kesukaan menulis tercipta ketika aku masih ada dipondok. ketika waktu pembelajaran aku lebih banyak menulis penjelasan dari pada mendengarkannya, waktu diniyah aku banyak menulis penjelasan walaupun banyak tulisanku yang jelek, terutama dibidang tulisan arab karena memang pada awalnya aku bukan anak masjidan (yang suka ngaji), namun. karena aku dilingkungan pesantren maka aku pun banyak perkembangan dalam menulis arab. kemudian pada waktu mengaji rutinan bapak yai, dimana beliau banyak memberikan wejangan-wejangan bijak maka akupun lebih suka menulis wejangan tersebut ketimbang memebuhi dan membubuhi kitab kuningku dengan makna arab(makna gandul). jadi disitulah mulai terbentuk kebiasan menulis walaupun cuman menulis ukapan-ungkapan.